UNSRAT Repository

APPLICATION METHODS ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) FOR RAW MATERIAL INVENTORY COST ANALYSIS (Case Study In PT. IKAPHARMINDO PUTRAMAS)

Rorim , Panday and Hernawati, . (2015) APPLICATION METHODS ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) FOR RAW MATERIAL INVENTORY COST ANALYSIS (Case Study In PT. IKAPHARMINDO PUTRAMAS). In: SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPER APMMI 2015. Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi Manado, pp. 300-306. ISBN 978-602-73622-0-8

Full text not available from this repository.

Abstract

PT Ikapharmindo Putramas is a manufacturing company in the field of pharmaceuticals and cosmetics. This company produces Ikadryl cough syrup. One such drug mixture is diphenhydramine HCL, as a raw material stored in warehouse before being processed. Inventory management is done by companies still use conventional ways, so it has not been effective and efficient. To further improve the effectiveness and efficiency in inventory management, research is conducted in order to supply to avoid shortages in times of need and avoid excess when the time was not needed, using Economic Order Quantity (EOQ). The research data was obtained from interviews directly to the parties concerned and secondary data from company reports from 2012 and 2013. The results showed that the economic order quantity (EOQ) for the year 2012 amounted to 50kg per order, with a frequency of 4 times a year, with inventory cost Rp 64,386,569.84, compared with the implementation of the company amounted to 25 kg per order, with a frequency of 8 times a year and inventory costs Rp 84,354,490. For the year 2013 amounted to 50 kg per order, with a frequency of three times a year at a cost of inventory Rp 51,253,619.06, compared with the implementation of the company amounted to 25 kg per order, with frekuensi 3 times a year and inventory costs Rp 58,762,231.36. With the method of EOQ, safety stock and Reorder point, inventory management becomes more effective and efficient in terms of number of raw material and inventory costs before. PT Ikapharmindo Putramas merupakan perusahaan manufaktur di bidang farmasi dan kosmetik. Perusahaan ini memproduksi obat batuk Ikadril sirup. Salah satu campuran obat tersebut adalah Difenhidramin HCL, sebagai bahan baku yang disimpan digudang sebelum diproses. Manajemen persediaan yang dilakukan oleh perusahaan masih menggunakan cara yang konvensional, sehingga belum efektif dan efisien. Untuk lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam manajemen persediaan, maka dilakukan penelitian agar persediaan tidak terjadi kekurangan pada saat dibutuhkan dan tidak terjadi kelebihan bila saat sedang tidak dibutuhkan, menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Data penelitian ini diperoleh dari wawancara langsung kepada pihak yang bersangkutan dan data sekunder dari laporan perusahaan dari tahun 2012 dan 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pesanan ekonomis (EOQ)untuk tahun 2012 sebesar 50kg per order, dengan frekuensi 4kali dalam setahun dengan biaya persediaan Rp 64,386,569.84 dibandingkan dengan pelaksanaan perusahaan sebesar 25 kg per order, dengan frekuensi 8 kali dalam setahun dan biaya persediaan sebesar Rp 84,354,490. Untuk tahun 2013 sebesar 50kg per order, dengan frekuensi 3kali dalam setahun dengan biaya persediaan Rp 51,253,619.06, dibandingkan dengan pelaksanaan perusahaan sebesar 25 kg per order, dengan frekuensi3 kali dalam setahun dan biaya persediaan sebesar Rp 58,762,231.36. Dengan metode EOQ, safety stock dan Reorder point, manajemen persediaan menjadi lebih efektif dan efisien dari segi jumlah bahan baku dan biaya persediaan sebelumnya.

Item Type: Book Section
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Ekonomi > Manajemen
Depositing User: Mr. Benhard W. Tampangela, ST
Date Deposited: 15 Jan 2016 14:31
Last Modified: 15 Jan 2016 14:31
URI: http://repo.unsrat.ac.id/id/eprint/1048

Actions (login required)

View Item