UNSRAT Repository

Analisis Filogenetik Nannophya pygmaea (Odonata: Libellulidae)

Tallei, Trina Ekawati (2016) Analisis Filogenetik Nannophya pygmaea (Odonata: Libellulidae). In: Seminar Nasioinal Sains dan Terapan (Semnas SINTA) III, 23 September 2016, Universitas Sam Ratulangi, Manado.

[img]
Preview
PDF
Download (7Mb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF
    Download (1456Kb) | Preview

      Abstract

      Nannophya pygmaea (Scarlet Dwarf, Northern Pygmyfly, atau Tiny Dragonfly) merupakan spesies capung yang paling kecil di dunia, dan dapat ditemukan di Asia, semenanjung India sampai Australia. Meskipun dikategorikan sebagi Least Consern ver 3.1 oleh IUCN, akan tetapi spesies ini mulai jarang ditemukan disebabkan oleh hilangnya habitat akibat pergeseran penggunaan lahan. Di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TN-BNWB), jenis ini hanya ditemukan di lahan pertanian karena merupakan habitat yang disukai. Jenis ini sudah sangat langka (terancam punah) di Korea. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis filogenetik N. pygmaea. Data yang digunakan yaitu daerah DNA barcode dari cytochrome oxidase subunit I (COI) dari N. Pygmaea yang ditemukan di TN-BNWB dan disandingkan dengan data haplotipe COI yang terdistribusi di Asia yang diperoleh dari BOLD system. Pohon filogenetik dikonstruksi menggunakan metode Neighbour-joining (NJ) dan jarak genetik dihitung menggunakan Kimura 2-paramater, yang semuanya terintegrasi di BOLD system. Nilai jarak genetik Kimura 2-parameter diperoleh dari perhitungan menggunakan MEGA7 untuk sekuens yang diperoleh dari NCBI. Pohon filogenetik menunjukkan bahwa terdapat dua klaster besar atau operational taxonomic units (OTU) dan empat klaster kecil (Ia, Ib, IIa, dan IIb) dari N. pygmaea. Hasil ini ditunjang oleh analisis menggunakan ABGD (Automatic Barcode Gap Definition), bahwa terdapat empat kelompok kandidat spesies. Hasil gabungan kajian pohon filogenetik yang diperoleh dari BOLD dan NCBI memperlihatkan bahwa Klaster Ia diwakili oleh taksa dari Korea dan Jepang; klaster Ib dari China, Thaiwan, dan Laos; Klaster IIa dari Indonesia (Kalimantan Tengah), Singapura, Malaysia, Brunei, Kamboja, dan Vietnam); dan klaster IIb dari Filipina (Davao) dan Indonesia (Sulawesi Utara). Jarak gentik intraspesies yang sangat besar yang diperlihatkan oleh jenis ini (mencapai 14%) menandakan kemungkinan taksa yang dipisahkan oleh jarak genetik yang sangat jauh merupakan spesies-spesies atau OTU yang berbeda.

      Item Type: Conference or Workshop Item (Speech)
      Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
      Divisions: Fakultas Matematika dan IPA > Biologi
      Depositing User: Mr. Benhard W. Tampangela, ST
      Date Deposited: 19 Oct 2016 14:52
      Last Modified: 01 Dec 2016 10:09
      URI: http://repo.unsrat.ac.id/id/eprint/1257

      Actions (login required)

      View Item