UNSRAT Repository

MAKNA RUANG PUBLIK TERHADAP SETTING PERMUKIMAN MASYARAKAT BANTIK DI MALALAYANG SULAWESI UTARA

Egam, Pingkan Peggy (2011) MAKNA RUANG PUBLIK TERHADAP SETTING PERMUKIMAN MASYARAKAT BANTIK DI MALALAYANG SULAWESI UTARA. Jurnal Sabua , 3 (2). pp. 26-31. ISSN 2085-7020

[img]
Preview
PDF - Other
Download (472Kb) | Preview

    Abstract

    Suku Bantik adalah salah satu suku asli Minahasa yang masih eksis di Kelurahan Malalayang. Dalam perkembangannya, banyak perubahan baik dari jumlah penduduk maupun lingkungan fisik permukiman. Ruang publik merupakan salah satu lokasi yang dijadikan tempat bersosialisasi, aktivitas pemerintahan dan pertemuan bagi muda-mudi masyarakat suku Bantik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan dan makna ruang publik terhadap masyarakat Bantik secara umum saat ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan dan makna ruang publik dalam lingkungan permukiman masyarakat Bantik cenderung mengalami perubahan. Hal ini berkaitan dengan perubahan aktivitas masyarakat yang lebih dipengaruhi oleh lingkungan fisik permukiman secara luas, fenomena sosial dan fenomena ekonomi. Pemanfaatan ruang publik lebih difokuskan pada penampakan jati diri yang lebih luas bagi masyarakat suku Bantik.

    Item Type: Article
    Uncontrolled Keywords: Ruang publik, makna, perubahan
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Arsitektur
    Depositing User: Steven Ch. Kaunang
    Date Deposited: 18 Apr 2012 12:25
    Last Modified: 11 Sep 2015 13:39
    URI: http://repo.unsrat.ac.id/id/eprint/143

    Actions (login required)

    View Item