UNSRAT Repository

KEBIJAKAN PEMERINTAH UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI PETERNAK ITIK PETELUR SISTEM GEMBALA DI KABUPATEN MINAHASA

Pangemanan, Stevy. P. and Wantasen, Erwin and Sajow, Adrie and Oroh, F. N. S and Rawis, Jemmy O. E. (2018) KEBIJAKAN PEMERINTAH UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI PETERNAK ITIK PETELUR SISTEM GEMBALA DI KABUPATEN MINAHASA. In: Seminar Nasional Unggas Lokal: Pengembangan Unggas Lokal di Indonesia, 30 Austus 2017, Fakultas Peternakan Unsrat.

[img]
Preview
PDF
Download (382Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF
    Download (417Kb) | Preview
      [img]
      Preview
      PDF
      Download (306Kb) | Preview
        [img]
        Preview
        PDF
        Download (462Kb) | Preview

          Abstract

          Pengkajian usaha itik di Kabupaten Minahasa untuk melihat layak tidaknya pendapatan mereka dengan membandingkan dengan Upah Minimum Regional (UMR) Kabupaten Minahasa dan dengan Nilai Paritas Beli menurut World Bank. Nilai UMR ini menjadi patokan untuk melihat kesejateraan penduduk berdasarkan pendapatan di daerah. Hal lainnya yang menjadi patokan kesejahteraan penduduk di Negara berkembang khususnya rumahtangga petani kecil adalah dengan mengukur tingkat kemiskinan. Menurut World Bank membuat garis kemiskinan absolut US$ 1 dan US$ 2 PPP (purchasing power parity/paritas daya beli) per hari dengan tujuan untuk membandingkan angka kemiskinan antar Negara / wilayah dan perkembangannya menurut waktu untuk menilai kemajuan yang dicapai dalam memerangi kemiskinan di tingkat internasional. Dalam kajian ini Nilai Paritas Beli yang ditetap World Bank diambil sebesar $ 2 per hari dengan nilai tukar dollar Rp.13.300 (2016). Pendapatan usaha itik skala 1 atau skala kecil yaitu sebesar Rp. 2.100.124 per bulan atau Rp. 69.045 per hari, pendapatan usaha itik skala 2 atau menengah sebesar Rp.4.421.861 per bulan atau Rp. 145.376 per hari dan pendapatan usaha itik skala 3 atau skala besar Rp. 9.132.700 atau Rp. 300.253 per hari. Pendapatan usaha itik ini dibandingkan dengan UMR dan tingkat kemiskinan yang berlaku menunjukkan usaha itik petelur tradisional di Kabupaten Minahasa skala 2 dan 3 layak sebagai usaha karena pendapatannya memberikan nilai yang lebih besar dari UMP. Apabila dibandingkan dengan tingkat paritas daya beli peternak itik mampu melebihi nilai $ 2 seperti yang distandarkan World Bank. Kata kunci : Kebijakan, Pendapatan, Usaha itik

          Item Type: Conference or Workshop Item (Speech)
          Additional Information: ISBN : 978-979-3660-82-0
          Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
          Divisions: Fakultas Peternakan > lmu Peternakan
          Depositing User: Mr. Benhard W. Tampangela, ST
          Date Deposited: 23 Mar 2018 10:01
          Last Modified: 23 Mar 2018 10:01
          URI: http://repo.unsrat.ac.id/id/eprint/1952

          Actions (login required)

          View Item