UNSRAT Repository

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KAIN BENTENAN SEBAGAI EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL SULAWESI UTARA

Anggelina P. , Tololiu (2014) PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KAIN BENTENAN SEBAGAI EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL SULAWESI UTARA. Jurnal Hukum Unsrat , II (2). pp. 1-12. ISSN 1410-2358

[img]
Preview
PDF
Download (281Kb) | Preview

    Abstract

    Perlindungan hukum karya cipta seni kain Bentenan dapat dilakukan melalui suatu kontrak atau perjanjian, dimana harus memenuhi syarat sahnya suatu perjanjian yaitu kata sepakat, kecakapan, hal tertentu, dan suatu sebab yang halal, sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUH Perdata. Dengan dipenuhinya empat syarat sahnya perjanjian tersebut, maka suatu perjanjian menjadi sah dan mengikat secara hukum bagi para pihak yang membuatnya. Berkaitan dengan upaya hukum preventif, yaitu untuk menghindari terjadinya pelanggaran terhadap Hak Cipta, tertutama karya cipta seni kain Bentenan Sulawesi Utara dengan cara melalui perjanjian, selain berdasarkan Pasal 1313 dan 1320 KUH Perdata, dapat pula merujuk pada Pasal 45 UUHC 2002 yang menyatakan, bahwa pemegang Hak Cipta berhak memberikan lisensi kepada pihak lain berdasarkan surat perjanjian lisensi untuk melaksanakan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 UUHC 2002.

    Item Type: Article
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum > Bidang Ilmu Hukum
    Depositing User: Steven Ch. Kaunang
    Date Deposited: 08 Mar 2014 02:58
    Last Modified: 08 Mar 2014 02:58
    URI: http://repo.unsrat.ac.id/id/eprint/445

    Actions (login required)

    View Item