UNSRAT Repository

PARTISIPASI PEREMPUAN MINAHASA DALAM PERSOALAN LINGKUNGAN HIDUP DAN SUMBER DAYA ALAM DI MINAHASA SEBUAH KAJIAN HISTORIS

Wowor, Metty Jane (2013) PARTISIPASI PEREMPUAN MINAHASA DALAM PERSOALAN LINGKUNGAN HIDUP DAN SUMBER DAYA ALAM DI MINAHASA SEBUAH KAJIAN HISTORIS. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Balai Pelestarian Nilai Budaya Manado Wilayah Kerja Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Prosiding.

[img]
Preview
PDF
Download (31Kb) | Preview

    Abstract

    Bertolak dari perlunya mengayakan kajian berdimensi keperempuanan maka studi tentang peran perempuan dalam persoalan lingkungan hidup dan sumber daya alam di Minahasa inilah yang diangkat; dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana dan sampai sejauhmana perm atau pun kontribusi telah 'dimainkan' oleh kaum perempuan Minahasa pada sepanjang periode kolonial. Dengan menggunakan ‘azas-azas metode sejarah' sebagai pisau metodologis pembedah persoalan, diperoleh kesimpulan bahwa dalam sepanjang sejarahnya, (1) perempuan Minahasa haruslah dipandang bukan sebagai sub ordinat suaminya, (2) bahwa peran ganda perempuan Minahasa benar-benar telah mampu ditunjukkan baik kepada suami dan anak- anak, maupun di dalam lingkungan sosialnya, (3) pada saat dunia pendidikan moderen mengalami kemajuan pesat, maka peran kaum pria yang terangkat berhubung kolonialisme telah mendekatkan jarak jender di antara keduanya; ada kesetaraan yang terangkat, namun perjalanan kemudian menunjukkan sekitar adanya pengambilalihan peran perempuan oleh kaum pria, (4) dalam persoalan LH dan SDA, ada kekuatan peran perempuan Minahasa dibandingkan kaum laki-laki dalam kegiatan tanam-menanam, memelihara lingkungan, dan semacamnya, terutama seperti dapat dilihat lewat aktivitas gotong-royong mapalus, dan (5) secara umum perempuan Minahasa telah menunjukkan keterlibatan dan tanggungjawab besar sehingga telah mampu menjaga keseimbangan sekaligus meminimalisir kerusakan lingkungan di kitarannya. Meskipun demikian, berhubung struktur masyarakat Minahasa tergolong rentan terhadap masuknya budaya baru, maka nilai-nilai lokal terkait koservasi lingkungan hidup dan sumber daya alam pun akhirnya melemah. Lahan yang jadi terbatas berhubung pertumbuhan populasi dan masuknya kaum imigran, secara langsung telah meluaskan persaingan dan individualisme. Inilah permasalahan lain yang kedepannya harus dipikirkan berhubung dapat membuahkan ancaman terhadap aktivitas konservasi lingkungan hidup dan sumber daya alam di daerah ini.

    Item Type: Other
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: UNSPECIFIED
    Depositing User: Steven Ch. Kaunang
    Date Deposited: 28 Nov 2014 11:35
    Last Modified: 28 Nov 2014 11:35
    URI: http://repo.unsrat.ac.id/id/eprint/702

    Actions (login required)

    View Item