UNSRAT Repository

Karakteristik struktur kitin dan kitosan yang diisolasi dari biomas rotifer Brachionus rotundiformis hasil kultur

Rumengan, Inneke F. M. and Suryanto, Edi and Modaso, R and Wullur, Stenly and Tallei, T. E. (2013) Karakteristik struktur kitin dan kitosan yang diisolasi dari biomas rotifer Brachionus rotundiformis hasil kultur. Seminar Tahunan ke-2 dan Workshop Bioteknologi Kelautan Perikanan. Manado, 16-18 September 2013.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (945Kb) | Preview

    Abstract

    Kitin dan kitosan merupakan biomaterial potensial untuk industry bioteknologi, karena karakteristik structural dan fungsionalnya. Zooplankton dapat menjadi sumber kitin yang lebih unggul, terkait dengan tingkat kalsifikasi dan sklerotisasi cangkangnya yang sangat rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengkarakterisasi struktur molekul kitin dan kitosan yang diisolasi dari biomas rotifer (B. rotundiformis) hasil kultur. Kultur strain lokal rotifer dari perairan Sulawesi Utara telah berhasil dilakukan dalam medium yang sangat sederhana dengan input ikan mentah tanpa aerasi dalam tangki fiber. Teknologi produksi masal ini telah memungkinkan pemanenan sebanyak 45-48 juta individu rotifer dengan estimasi biomas seberat 5-48 gram dalam setiap siklus produksi. Dari biomasa ini, rendemen kitin dapat diekstrak sekitar 4.6%, dan kitosan dapat dihasilkan dengan deasetilasi kitin sekitar 52,7%. Karakteristik struktur kitin dan kitosan rotifer dibahas berdasarkan data hasil analisis X-ray dan spektrofotometer infrared. Analisis X-ray dilakukan menggunakan X-ray defraction (XRD) dengan radiasi CuK pada 40 kV dan 30mA. Diagram hasil X-yar menunjukan bahwa molekul kitin memiliki tiga puncak tertinggi 8,1, 9,2 dan 16 daerah 20, berbeda dengan kitosan yang memiliki puncak-puncak 9,6, 19,5 dan 21,1. Kristal ini kitosan (47,06%) lebih tinggi dari kitin (33,94%). Struktur molekul kitin C16H26N2O10 dengan gugus hidroksil pada atom karbon kedua diganti oleh asetilamida, diperlihatkan oleh spectra infrared. Pada spectra infrared, kitin rotifer memperlihatkan adanya ikatan amida II pada 1558,48 cm-1 yang khas untuk kitin dari organisme laut. Perbedaan yang menyolok ditemukan pada ikatan amida I pada 1651,07 cm-1. Kitosan tidak memiliki ikatan amida, tapi ikatan hidroksil dan amino pada kisaran spectra sampai 3500 cm-1. Rendemen kitin yang diisolasi dari biomas rotifer dan produk hasil deasetilasinya (kitosan) relatif sangat rendah, dan sebagai polimer N-asetil D-glukosamin, kedua molekul tersebut memperlihatkan perbedaan dalam gugus fungsional tertentu. Kitin tersusu dari 2-asetamido-2-deoksi-D-glukosa, sedangkan kitosan tersusun dari terutama glukosamin, 2-amino-2-deoksi-D-glukosa. Beberapa perlakuan khusus masih diperlakukan untuk mengkonfirmasi molekul dan sifat-sifat akibat deasetilasi. Kitosan nampaknya lebih mudah dikaji dengan modifikasi struktur untuk pengembangannya sebagai biomaterial yang cocok untuk tujuan farmasitika.

    Item Type: Article
    Subjects: Q Science > Q Science (General)
    Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
    Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > lmu Kelautan
    Depositing User: Mr. Benhard W. Tampangela, ST
    Date Deposited: 30 Jul 2015 15:37
    Last Modified: 30 Jul 2015 15:37
    URI: http://repo.unsrat.ac.id/id/eprint/850

    Actions (login required)

    View Item