UNSRAT Repository

PENGELOLAAN TRANSPOR SEDIMEN DI SUNGAI SEBAGAI DASAR OPTIMASI PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR ( STUDI KASUS RUAS SUNGAI PROGO TENGAH, YOGYAKARTA)

Mananoma, Tiny (2008) PENGELOLAAN TRANSPOR SEDIMEN DI SUNGAI SEBAGAI DASAR OPTIMASI PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR ( STUDI KASUS RUAS SUNGAI PROGO TENGAH, YOGYAKARTA). PENGELOLAAN TRANSPOR SEDIMEN DI SUNGAI SEBAGAI DASAR OPTIMASI PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR ( STUDI KASUS RUAS SUNGAI PROGO TENGAH, YOGYAKARTA).

[img]
Preview
PDF
Download (442kB) | Preview

Abstract

Sebagai salah satu sumber daya, potensi yang terkandung dalam air dapat memberikan manfaat ataupun kerugian bagi kehidupan dan penghidupan manusia serta lingkungannya. Mengingat air adalah sumber daya esensial bagi kehidupan, maka salah satu sektor yang dipandang paling signifikan merasakan dampak perubahan iklim akibat pemanasan global adalah sektor sumber daya air, berupa dampak negatif terhadap kelestarian sumber daya air, serta meningkatnya daya rusak air yang antara lain berupa banjir, erosi dan sedimentasi. Pengendalian daya rusak air bertujuan mengurangi daya rusak air terhadap sungai serta lingkungannya, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang aman. Pengendalian daya rusak air di sungai dapat di klasifikasikan ke dalam tiga metode yaitu : pencegahan/pengendalian, penanggulangan, serta pemulihan kerusakan kualitas lingkungan. Dalam upaya pengendalian daya rusak air, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Salah satu diantaranya yaitu melalui pengelolaan transpor sedimen di sungai sebagai dasar optimasi pengendalian daya rusak air. Kajian ini menganalisis besaran dan pola imbangan sedimen serta menyusun arahan pengelolaan guna pengendalian daya rusak air. Hasil analisis terhadap ruas Sungai Progo Tengah dalam kurun waktu tinjauan 5 tahun (1996-2000), antara lain menunjukkan degradasi terbesar pada dasar sungai sekitar 26 cm/thn terjadi pada ruas sebelah hilir muara Sungai Pabelan, sedangkan agradasi terbesar berkisar 17 cm/tahun terjadi pada ruas di sebelah hilir muara Sungai Blongkeng. Pada ruas jembatan Kebonagung – AWLR Bantar terjadi agradasi sebesar 20,68 cm/thn. Pemanfaatan informasi ini sebagai pertimbangan kombinasi dengan metode AHP dapat menjadi landasan penempatan BPS yang diyakini paling sesuai. Dari kajian menggunakan metode AHP terhadap 3 alternatif pengelolaan yang dipertimbangkan, diperoleh score penilaian tertinggi (0,4441) untuk alternatif dua. Dengan demikian dari antara 3 alternatif pengelolaan yang dipertimbangkan, maka pengendalian kegiatan penambangan merupakan alternatif terbaik yang diyakini paling sesuai, sehingga diharapkan mampu memberikan manfaat optimal terhadap pengendalian daya rusak air. Kata Kunci : pengelolaan, banjir, erosi, sedimentasi.

Item Type: Article
Subjects: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: UPT-TIK UNSRAT
Date Deposited: 07 Mar 2012 08:20
Last Modified: 07 Mar 2012 08:20
URI: http://repo.unsrat.ac.id/id/eprint/22

Actions (login required)

View Item View Item