Masseleng, Agustinus Bungin and Rumbayan, Meita and Mangindaan, Glanny M. Ch
(2025)
Studi Pemanfaaatan Biogas Kotoran Kerbau Sebagai Sumber Energi Alternatif.
Fakultas Teknik Unsrat.
Abstract
Abstract — This study evaluates the technical and economic feasibility of utilizing buffalo dung for biogas-based electricity generation in North Toraja, Indonesia. Through quantitative analysis of 13,857 buffalos across 21 sub-districts, the research calculates daily dung production (225,544.2 kg/day), biogas yield (1,804.35 m³/day), and methane potential (1,353.27 m³/day at 75% purity). The energy conversion analysis demonstrates an electricity generation capacity of 15,115.97 kWh/day (5,517,329.88 kWh annually), equivalent to 0.0075% of regional demand. Economic assessment reveals a Rp1.37 billion initial investment requirement with 7-year 10-month payback period through combined electricity (Rp10.7 million/year) and organic fertilizer (Rp294.7 million/year) revenues. While technically viable for decentralized energy solutions, the study identifies scale limitations and recommends the addition of other organic waste to improve viability. These findings contribute to renewable energy development strategies in livestock-rich regions and other areas in North Toraja that have a significant buffalo population.
Keywords— Biogas ; Buffalo Bung; Payback Period; Technical and Economic Feasibility.
Abstrak — Penelitian ini menganalisis kelayakan teknis dan ekonomis pemanfaatan kotoran kerbau untuk pembangkit listrik berbasis biogas di Toraja Utara. Melalui analisis kuantitatif terhadap 13.857 ekor kerbau di 21 kecamatan, dihitung produksi kotoran harian (225.544,2 kg/hari), yield biogas (1.804,35 m³/hari), dan potensi metana (1.353,27 m³/hari pada kemurnian 75%). Konversi energi menunjukkan kapasitas pembangkitan 15.115,97 kWh/hari (5.517.329,88 kWh/tahun) atau setara 0,0075% kebutuhan regional. Asesmen ekonomi mengungkap kebutuhan investasi awal Rp1,37 miliar dengan periode pengembalian modal 7 tahun 10 bulan melalui pendapatan gabungan listrik (Rp10,7 juta/tahun) dan pupuk organik (Rp294,7 juta/tahun). Meskipun layak secara teknis untuk solusi energi desentralisasi, studi mengidentifikasi keterbatasan skala dan merekomendasikan Penambahan Limbah Organik Lain untuk meningkatkan viabilitas. Temuan ini berkontribusi pada strategi pengembangan energi terbarukan di wilayah peternakan dan daerah lain di Toraja Utara yang memiliki Populasi kerbau yang banyak.
Kata kunci — Biogas; kelayakan Teknis dan Ekonomis ;Kotoran Kerbau; Payback Period.
Actions (login required)
 |
View Item |